Tampilkan postingan dengan label Momz n Papz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Momz n Papz. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2012

Mama, Selamat Hari Ibu...

"Sama seperti org" lainnya, aku jg merindukan ibu, bedanya mereka bisa memeluk ibunya dengan erat, aku hanya dgn doa... Selamat hari ibu, Ma."
~Riczky Syaputra, 22 Desember 2012

Jumat, 04 Mei 2012

Selamat Ulang Tahun... Mama







Ma, Aku ingin menangis detik ini... Aku ingin menyebut namamu lalu menangis...
Aku mencintaimu ma, aku menyanyangimu... aku yakin semua anak"mu memiliki rasa yang sama, ingin menangis dipangkuanmu, lalu menceritakan semua masalah yang ada, dan diakhiri dengan kecupan dikeningmu.

Ma, Aku ingin mengadu... Entah kepada siapa aku harus mengadu saat ini, setelah Papa lebih memilih untuk menyusulmu, aku tidak ada lagi tempat mengadu, aku kesepian ma... lalu jika aku saja kesepian, bagaimana dengan Rama, si anak bontot mu itu... Aku yakin ia lebih sering menangis didalam hatinya melebihi abang"nya, meskipun pada saat aku mengetik blog ini air mata ku terus mengalir.

Rama sudah beranjak remaja sekarang ma, ia telah menjadi anak yang tangguh... mungkin didikan dari ibuk sudah bisa diterimanya meskipun setiap minggu ia tetap mengadu kepada abang"nya ma, oh iya... sekarang logatnya juga udah keminang"an, hehehe. Hobinya masih tetap sama, main bola dan main game, bahkan ia mencuri" waktu untuk melakukannya dari ibuk, tapi ya gapapa ya ma... toh dedek sama ka' boy dulu juga begitu, mumpung masih kecil yah, yang penting dia masih di kelas unggul dan nilainya juga masih terjaga koq.

Ma, Hari ini 5 mei 2012... Umur mama seharusnya udah 57, Selamat ulang tahun ya ma... Dedek kangen mamaaaa, kangen diem" ngecup kening mama pas mama ketiduran sehabis diurut, kangen juga ngurut mama sambil nonton tipi dan cerita banyak hal, kangen pergi ke pasar subuh" beli kue, hobi kita kan sama, Dedek cuma bisa doain mama sekarang, yah cuma itu ma.

Ma, Inget gak parcel lebaran yang setiap tahunnya dikirim untuk ibu Eriyanti ? dan setiap ada parcel dateng selalu ada anak gendut yang curi" mata ke arah parcel tersebut, sepertinya dia sudah mengincar minuman dan keu" yang ada didalamnya, tapi sayang ia bukan anak Ibu Eriyanti seperti yang tertulis di parcel tersebut karena yang ia ketahui, ia adalah anak bu i'i, bukan nama yang berada diparcel tersebut, satu hari parcel tersebut dirumah, ia selalu mengamatinya, dan mama cuma ketawa ngeliat tingkah laku anak itu, hari kedua engkau buka parcel tersebut meskipun lebaran masih jauh, "Nanti mama bilangin ya ke Ibu Eriyanti kalo parcelnya dedek minta fantanya, boleh koq" katamu memberitahu, namun anak itu masih ragu mengambilnya, dan hatinya senang bukan kepalang ketika fanta tersebut engkau ambilkan dari dalam parcel tersebut, ia masih belum mengetahui jikalau Ibu Eriyanti dan Bu i'i adalah orang yang sama.

 Ma, Anak itu kini sudah besar, ia terus beranjak dan mencari arti dari kehidupan, ia sedang belajar berjalan dengan kakinya sendiri, tanpa bantuan dari orang lain, persis seperti katamu "Jangan pernah meminta dari orang lain jika kamu bisa mengusahakannya ki". Pada saatnya nanti anak tersebut akan berlari mengejar mimpi"nya, yah... Aku akan berlari sekencang"nya untuk mimpiku ma, meskipun aku tahu kalau hambatan yang berada didepanku tidak mudah dilewati, tapi aku adalah anak dari wanita tangguh seperti dirimu dan keyakinan yang aku punya selalu mengatakan bahwa AKU BISA!.

Ma, Aku ingin mengecup kening dan pipimu, aku ingin menggenggam erat tanganmu ma, aku ingin memelukmu... sekali lagi ajaaa... Yah, Aku tau koq itu gak bisa saat ini, tapi aku akan melakukan itu dengan cara yang berbeda ma. Mama pasti bisa liat dedek disana, Aku akan tunjukkin ke mama kalau bukan mama doank yang Luar Biasa, dedek juga maaaaa... Pokoknya mama doain aja ya dari sana, Posisi mama kan sama Allah deket, jadi biar doa'nya cepet sampe gituh.

Ma... Selamat Ulang Tahun yaaaaaa... Dedek, Ka' Boy dan Rama sayang mama selamanyaaaaa...


P.S. : 
Aku selalu memanggil diriku sendiri dengan sebutan 'dedek' hanya kepadanya selama hampir 20 tahun meskipun aku telah memiliki adik saat usiaku 9 tahun, karena hanya kepadanya aku bisa bermanja" dan selalu menjadi anak kecil.

Almh Hj. Eriyanti, S.H.
5 Mei 1955 - 11 Januari 2010
Look! How similiar i'm with her






Minggu, 20 November 2011

Aku terbangun dipagi hari, dan aku merasakan sisa air mata disudut mataku...



Entah sudah berapa hari? Kejadian ini terjadi begitu saja, aku terbangun dan air mata ini menguap begitu saja, sebuah pertanyaan, apakah aku menangis disaat tertidur? Sampai kemarin masih ada saja orang yang mengucapkan “Turut berduka ya mpu?”. Jujur bukannya ingin melupakan begitu saja, tapi aku lebih memilih untuk tidak telarut, terlalu sesak rasanya merasakan hal tersebut, aku bukan sosok sok kuat yang akan berkata “Gw gak kesepian” aku kesepian... sangat kesepian, sepi itu merasuk jauh, membeku, bagaimana tidak? Mereka orang-orang yang selalu memberikan suppport untuk hal-hal kecil yang aku lakukan sudah tidak lagi bisa aku kecup pipinya, sudah tidak bisa lagi memeluk erat tubuhku dan berkata “Papa, mama sayang kamu” kata-kata itu begitu luarbiasa, tapi apa harus terus menerus berteman dengan sepi itu.

Sampai saat ini aku hanya bisa mengalihkan pikiran ini, jujur aku hanya beranggapan kalau mereka masih ada, Papa sedang menungguku pulang dikampung (solok, Sumatera barat) dan Mama sedang berpeluh bekerja dirumah (jakarta) dan aku kuliah disini (padang). Bohong memang, kalau mengingat ternyata mereka telah berada didalam dekapanMu Ya Rabb,, memandang diriku hangat dari sana... tapi aku HARUS kembali ceria, tertawa,  melawan dunia dan menggapai mimpi-mimpi itu.

“Jika aku tidak mampu menghapus airmata ini disetiap pagi, biarkan saja aku menangis lepas hingga lelah... sesudah itu aku akan tersenyum memandang dunia, karena disana aku akan berjuang meraih tiap kepingan mimpi-mimpi”

Riki sayang mama & papa... selalu... Nama kalian akan selalu ada didalam do'a ku...