Selasa, 10 Oktober 2017

Menagih Janji






Dear yang telah melupakan dan dilupakan...

Hey, kamu... Apa kabar? Masih menjadi kamu sampai hari ini? atau sudah berubah karena mengganggap beberapa sesuatu yang bias lalu kamu definisikan "Gila".
Lima Tahun! Yap... Sudah lima tahun, sejak hari dimana aku menanyakan sebuah mimpi, lebih mungkin, tapi biarlah aku masih belum bisa bercerita banyak dengan mimpi itu. lalu kamu? mungkin secangkir kopi hitam pahit kesukaanmu tidak akan sanggup menjadi peneman cerita dari semua yang sudah kamu lakukan. Maaf kalau mimpiku berubah, banyak hal yang membuat tanganku tak mampu lagi menggapai cerita-cerita manis yang kutuliskan dalam secarik kertas.

Hey, kamu... Sudah berubah kah selera musik kamu? atau kita masih memiliki cara pandang yang sama mengenai nada? tentang aksara yang meneduhkan, tentang daun yang berguguran, tentang hujan yang melukis langit, tentang waktu yang bergerak mundur. Tahu tidak? terkadang pola pikirmu merusak duniaku, merusak tiap syaraf tingkah ku, maaf jika aku tak lagi mengagumimu, sepertinya lima tahun cukup untuk mengagumimu, ingat! hanya kagum, tak lebih. Oh iya, kalau selera musik kita masih sama, aku merekomendasikan Payung Teduh ya? Band ini sama seperti wajah kamu, selalu meneduhkan.

Hey, kamu... masih ingat cerita kita? tentang ombak, asap dan perjalanan. Ah, sudahlah... aku lupa bahwa aku gila, cerita itu pasti sudah terlupakan, semoga suatu saat ada mimpi yang membawanya ke dalam ingatanmu ya. Oh iya kemarin aku mencarimu, tak kutemui, sepertinya aku masih bodoh dalam mencari, mungkin takut tertangkap basah bahwa aku sedang mencari, sama seperti halnya kamu yang selalu bersembunyi. Ingat tidak hari itu? aaaah... betapa bodohnya aku untuk memaksamu mengingat hal-hal tidak penting itu. Tapi biarlah, yang penting aku senang. Ingat tidak hari itu, hari dimana kita berjanji akan saling culik menculik, hahaha... Watu itu aku pikir kita ini seperti dua anak kecil yang bernyanyi riang ditaman yang penuh mainan.

Hey, kamu... bertahun-tahun kita tak saling sapa, entah karena mimpi kita yang tak lagi sama atau mungkin cerita kita yang telah berbeda. Aku sadar betul bahwa aku telah menyimpang jauh dari rel yang seharusnya, tapi aku 100% yakin kamu masih berjalan di trek yang sama, betul kan? kalau tidak bagaimana bisa kawanku mengabari kehadiranmu di sore itu sedang bermain-main dengan mimpi-mimpimu. Mungkin jikalau aku hadir dan menyapa... aaah tidak, tentu saja aku tidak akan menyapamu terlebih dahulu, untuk apa? toh kata-kata selamat tinggal pun tak pernah terucap.

Hey, kamu... bagaimana mungkin hari itu kamu bisa kembali menyapaku? bagaimana mungkin layar di kaca handphone ku kembali menghadir namamu? Oh iya. aku baru tersadar setelah beberapa baris kalimat dari mu. Sebuah undangan pernikahan yang kamu tautkan bersama sebuah gambar beserta denah tempat diberlangsungkan resepsi dan akad nikah. Aku bergumam "Oh, akhirnya setelah sekian lama" lalu kubalas dengan ucapan maaf karena aku sedang berada di lain kota karena pekerjaan. Entah kenapa aku harus meminta maaf, tapi hari itu doaku tulus untukmu, agar semua proses berjalan dengan lancar dan kamu diberi kebahagiaan bersama priamu, sungguh aku tulus dan terima kasih telah mengundangku.

Padang, 2014

1 komentar:

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus