Senin, 28 Januari 2013

Untuk Ibu Guru Pelupa


Selamat Pagi Kakaaak...

Kata" yang selalu aku ucapkan ketika BBM ku berbunyi dipagi hari, tidak jarang BBM itu yang membangunku di pagi hari setelah kita terlibat percakapan cukup panjang dimalam sebelumnya, kamu si Ibu guru yang selalu aku kagumi sejak pertemuan pertama kita di Kota mu.

Senja dikota itu terasa sangat panas, aku benci panas, karena awan yang menutupi matahari terlihat lebih mendamaikan daripada terik yang melawan. Aku benci kotamu, hahaha (No Offense). Akan tetapi, senja di sore hari dikotamu terlihat lebih menyenangkan sesaat ketika kita bertemu, kamu seperti awan yang menantang matahari, terlebih ketika kita saling memperkenalkan diri. Ibu guru pelupa yang usianya lebih muda beberapa bulan dari ku, Ibu guru pelupa yang telah menjadi ibu guru yang dicintai banyak muridnya.

"Kamu penyiar ya?" kata ku ketika kita saling berbincang
"Bukaaan" Aaaargh suaranya terlalu lembut untuk berkata bukan.

Sekembalinya aku ke kota ku, aku rasa hubungan kita selesai, selesai begitu saja karena kita hanya sekedar berkenalan, mungkin hanya twitter yang menghubungkan, dan pada saat aku kembali ke kota mu untuk yang kedua kali pun aku tidak bertemu dirimu.

"Aku ingin bertemu lagi dan berbincang cukup lama..." batinku ketika berada dikotamu saat itu.

Hari itu ponselku berbunyi

"Mpuuu... Apa kabar? kapan nih main ke sini lagi"
Yep... sms dari Ibu guru pelupa, entah dari mana ia mendapatkan nomorku, yang jelas pada hari itu kita berbincang banyak hal sampai sama" mengundurkan diri untuk terlelap.

Satu DM twitter mendarat dikotaknya.
"Mpu minta Pin BB donk, aku newbie yang belum punya banyak temen di contact nih"
kukirimkan Pin ku, dan memulai chat dengannya.
"Apa kabar kakaaaak..." mungkin ini kata" pertama ku pada saat itu.
 Entah bagaimana dan kenapa, kita banyak bercerita, dari fikiran menuju jemari, dan disambungkan melalui sinyal" antar Blackberry Messenger, begitu seterusnya, menyenangkan.

Halo... Ibu guru pelupa, Apa kabar dirimu saat ini? Bagaimana murid"mu disana? masih semenarik saat kamu bercerita banyak denganku? Masih kah mereka mengirim gambar" lucu dengan tangan kecilnya? Aku merasa tersaingi, begitu banyak yang mengagumi kamu Ibu guru pelupa, boleh minta ramuannya? hmmm... biar kutebak, pasti suara kamu yang membuat mereka terpesona... atau bahkan Pria mu juga dulu jatuh cinta padamu karena mendengar suaramu?.

Hey, Ibu guru pelupa... suaramu ditelpon begitu menggoda, tapi kalau suara itu bercampur isak tangis aku hanya akan diam, diam karena aku tidak ingin hal tersebut terjadi, diam karena aku hanya mampu mendengarkan saja, aku tidak mampu berkata-kata untuk menegarkan, aku rasa hak ku saat itu hanya diam. Entah kenapa kamu mau bercerita banyak denganku, "Karena dari awal ketemu kamu, aku tau kamu itu baik mpu," jawaban itu yang aku dapat saat menanyakanmu hal itu.

Hey Ibu guru pelupa... kenapa kamu masih bisa sebegitu dewasa dengan apa yang terjadi? meskipun kadang" kamu bertindak bodoh tahap tapi bagiku kamu tetap saja dewasa, lagi" satu point tambahan yang aku dapat dari dirimu.

Hey Ibu guru pelupa... telingaku masih dalam mode stand by untuk medengar cerita"mu, apapun tentang dirimu dan pria mu, meskipun pria mu (yang juga aku kenal) sering berkata kasar dan berbuat bodoh tapi aku percaya kalau dia adalah guardian angel mu, terkadang memang laki-laki itu tidak pernah timbuh dewasa, mereka juga suka bermain barbie, tapi sadarilah bahwa itu tidak akan bertahan lama, sepak bola selalu lebih menarik bagi para pria daripada barbie.

Hey Ibu guru pelupa... Aku harap kamu tidak lupa dengan 'kita', sama seperti aku yang selalu menyimpan cerita tentang kamu dan membumbuinya dengan password agar cuma aku yang tahu isi cerita itu. Meskipun namamu Ibu guru pelupa tapi aku yakin terkadang kamu dapat mengingat cerita" kita.

Ibu guru pelupa, terima kasih ya telah datang ke kota ku di waktu libur kamu bersama dengan Pria mu, tapi satu hal yang masih belum sempat kita lakukan, 'foto bareng' hahaha... kamu yang minta kemaren itu yaaaa... lupa? tapi gapapalah, ntar kalo ketemu lagi bakal aku ingetin. Oh iya, maaf juga kalau aku tidak bersikap seperti biasa kalau kita bertemu, meskipun aku mengenal priamu tapi kamu selalu berkata kalau dia 'cemburuan', dan sialnya dia selalu ada kalo kita lagi ketemu, hahaha...

Ibu guru pelupa banyak yang bilang kalo aku suka sama kamu dan aku ngarep banget karena kamu udah punya cowok, hadeeeh... gak pernah aku tanggepin sih, mereka cuma blom tau aja seberapa deket kita... makanya aku diemin aja, ditwitter juga sering kayak gitu, alaaaah... rempong abis.

Ibu guru pelupa, kapan yah kita bisa menyingkirkan koneksi Blackberry messenger ini, mungkin segelas kopi bisa jadi perantara percakapan kita, bercerita banyak hal dan kamu didepan aku itu sepertinya menyenangkan, oh iya... tetep pake bahasa inggris ya? sembari ngajarin aku gituh.

Be tough ya Ibu guru pelupa, kamu itu luarbiasa, aku jarang mengagumi orang, dan kamu salah satu yang masuk dalam list lho... satu hal yang pasti Allah itu bakal selalu ada buat orang seperti kamu, yang pantang menyerah dan mengandalkan kaki kamu sendiri untuk tetap berdiri tegar. let's against the world. satu hal lagi, kamu punya hal" mengagumkan di sekitar kamu dan orang" luar biasa bakal selalu merangkul kamu disaat terjatuh dan bangkit lagi.

Mata aku udah 5watt kak, aku tidur duluan ya... GudNait Ibu guru pelupa.

~~Riczky Syaputra
#30HarimenulisSuratCinta
"Surat Untuk Ibu Guru Pelupa dikota sebelah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar