Minggu, 08 Juli 2012

Wajah" penuh syukur

Pagi itu terlalu pagi untukku, Hari minggu 17 juni 2012, seperti biasa aku masih terbangun dengan suara Adzan subuh dimushola yang terletak didalam komplek Mess Perwira Bahtera Suaka, sebuah tiket disaku jaketku menunjukkan keberangkatan pukul 10.00 dengan sebuah maskapai yang menamai dirinya sebuah kerajaan besar disumatera. Barang"ku sudah menumpuk di ruang tamu, menunggu diangkat dan berpindah tempat. Aku sudah memutuskan untuk berangkat menggunakan sebuah taksi ke bandara, kali ini berbeda, barang yang terlalu banyak menjadi masalah perjalanan kali ini, tidak mungkin aku menaiki DAMRI ke bandara, aku tidak mampu membawa satu buah koper, satu backpack berisi baju, satu buah printer besar, dua jinjing kantong plastik besar, dan satu buah tas kamera yang tidak mungkin aku lepaskan.

Taxi Bluebird berhasil aku stop didepan rumah, aku berpamitan dengan abangku, sengaja ku pilih burung biru ini, meskipun tidak sesuai dengan kantong mahasiswa tapi ia tidak meminta uang untuk balik tol dari bandara, berbeda dengan taksi lain yang bahkan hanya mau ditumpangi dengan harga tembak. Aku menyandarkan diri dibangku depan, sengaja kupilih didepan karena aku tau aku tidak lebih hebat dari supir taksi ini dan udara jakarta yang menyengat membuatku ingin berada dekat dari AC taksi ini. "Selamat pagi Mas, mau kemana?" sebuah kata sapaan dengan logat daerah jawa barat yang kental, aku mengangguk sambil memberi tahu arah tujuan, kemudian aku memilih menikmati jalan ibu kota, kembali ia mengajakku berbicara, "Mau terbang kemana Mas?" aku kira ini hanya sebuah formalitas awal sang supir, "Padang" jawabku sekenanya, aku lebih memilih untuk bersandar dan menikmati pemandangan keluar, aku masih belum tau kapan bisa menghirup udara jakarta lagi, mungkin nanti setelah aku lulus dan meraih gelar ST. "Di Jakarta ada job ya mas?" suara itu menyentak lamunanku, tiba" mata ku melirik supir taksi tersebut, ia tersenyum puas dengan pernyataan yang seolah terbenarkan oleh reaksiku yang terkejut.

Gaya ku sangat berantakan, kemeja flanel yg tidak dikancingkan, kaus belel yg kerahnya entah kemana, sepatu butut yg putihnya nyaris menjadi hitam, hanya jeansku yang terlihat layak, belum lama ini ku beli mengganti jeans yang sudah sangat parah bentuknya, tapi sopir ini terlihat sangat menghormati diriku, terlihat dari bagaimana ia bersikap. "Pesawatnya jam berapa mas?" tanyanya, "Jam 10.00 Pak" aku lebih memilih memanggilnya pak dibanding 'Mas' atau 'Bang' meskipun kisaran umurnya masih sekitar 35-40 tahun, kulihat identitas taksinya, tertulis nama Hariyanto disana, "Sudah lama bekerja di BlueBird Pak?", entah apa yang ada dipikiranku saat itu, yang jelas aku tertarik untuk berbicara dengan Pak Hariyanto, sebuah jawaban yang tak kusangka terlontar, jawaban panjang  dari pertanyaan tersebut, berbagai topik kami diskusikan, tentang BlueBird dan Gaji yang didapat, tentang supir tembak yang semakin merajalela, tentang persaingan sesama supir Bluebird, tentang sekolah dan kuliah. Singkat cerita Pak Hariyanto adalah seorang suami, ayah 2 orang anak yang sudah 13 tahun menjadi pengendara taksi di Jakarta, tempat yang ia pilih untuk merubah nasibnya, sama seperti jutaan warga lain yang menetap di Ibukota ini, satu kalimat luarbiasa yang saya dengarkan dari 45 menit pembicaraan kita adalah "Saya takut mas kalo mainin rezeki, harusnya saya dapet rezeki sehari seratus dua puluh lima ribu, trus saya curangin nembak penumpang dan dapet dua ratus ribu, itu malah jadinya bukan rezeki di saya ntar, belum lagi kalo ketauan atasan, anak saya dua mas, kalo saya dipecat mau gimana, toh sekarang aja saya udah ngerasa bersyukur koq" Jawab Pak Hariyanto, klise memang tapi inilah yang aku dapatkan dari Pak Hariyanto, Argo taksiku menunjukan angka Rp.96.000,- kuserahkan uang Rp 100.000,- lalu diam, supir lain biasanya berlalu saja daripada mengembalikan Rp.4000,- perak, tapi Pak hariyanto berbeda, ia menurunkan barangku yang banyak, lalu merogoh kantongnya dan memberikan kembalian 4.000 rupiah tersebut sambil berterima kasih dan mengucapkan selamat jalan, aku masih terdiam, entah apa yang ada dipikiranku saat itu, mungkin kagum.
#bahagiaitusederhana


1 komentar:

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus