MIMPI - MIMPI DIATAS KERTAS
Subhanallah, Segala Puji Hanya untuk Allah... Aku masih memiliki catatan itu, catatan dengan mimpi - mimpi yang aku buat ditahun kedua kuliah, selepas gagal meraih jurusan di SPMB ke2, aku mencoba bangkit untuk berjuang kembali, aku mencari hal yang bisa aku kerjakan, Aku menulis target 100 mimpi disebuah catatan kecil, aku membuatnya meskipun tidak sampai seratus, 70 mungkin.
![]() |
| Halaman Pertama... |
2,5 tahun kemudian, beberapa planning ini TERWUJUD, Voila,, sebuah kalimat pertama "Seberapun Indahnya Rencana saya, Jauh lebih indah rencana Allah untuk saya!" Aku mengumpulkan seribu demi seribu rupiah, aku berjuang untuk kehidupanku saat ini, mencoba menggapai setiap mimpi demi mimpi...
Ketika target ini dibuat, mama selalu melarang aku untuk mencari uang sendiri, aku dituntut untuk kuliah secepatnya, ia tau kalau aku sudah terlambat 6 bulan dari teman-teman yang lain setelah cuti kuliah, tapi aku hanya anak keras kepala yang telingaku jarang digunakkan untuk mendengar, bahkan sampai terakhir mama masih bersamaku, aku belum pernah bisa membuktikan kalau aku mampu meraih hal tersebut.
Sebuah pintu mimpi pertama terbuka, aku mengetahui sebuah pengumuman yang membuka kesempatan mahasiswa dalam berwirausaha, H-1 aku membuatnya dan aku berhasil... sebuah modal awal yang luarbiasa aku dapatkan, Kamera dan Komputer seharga 17juta berhasil aku miliki, pintu - pintu itu kembali terbuka dengan izinNya, aku kembali mendapatkan kesempatan untuk meraih seribu demi seribu, Papa menjadi saksinya.
Satu project besar berhasil aku tangani meskipun tidak sempurna, tapi aku yain ketidaksempurnaan itulah yang akan membuat aku lebih baik dikemudian hari, membuat aku mengerti untuk memuaskan pelanggan lebih dan lebih, perlahan lagi beberapa pintu kembali terbuka, sebuah tawaran Wedding Photography, Luarbiasa... Aku bisa mendapatan uang saku selama sebulan dari satu hari pemotretan, Menjual Baju pun pernah aku lakukan, dan luarbiasanya dua bulan uang saku kembali aku dapatkan hanya membuat design dan mengirimnya ke Bandung, rencana Allah memang luarbiasa.
2buah baju dan satu pasang sepatu baru untuk papa.
Ya Allah, Aku ingin menangis saat itu, aku menahannya, aku ingin melihat ekspresinya, ketika aku membawakan sebuah baju berkerah, kemeja, dan sepasang sepatu, aku tidak perduli berapa harganya, saat itu, aku hanya ingin ia mengenakan pakaian terbaiknya. Ia langsung memakainya pada hari itu, entah apa yang ia rasakan saat itu, aku tidak pernah bertanya... yang jelas ia tidak pernah kulihat memakainya lagi sampai hari terakhirnya, entah apa alasannya...
Sampai saat ini, aku masih mencari kunci untuk membuka pintu - pintu mimpi, entah berada dimana, sejauh apa, sesulit apapun, yang jelas dengan tanganku sendiri aku akan membukanya, seribu demi seribu, aku akan terus berdo'a, meraih segala sesuatu, membuat checklist diakhir target-target itu, tersenyum saat satu dari banyak hal terselesaikan, perjuangan ini masih sangat panjang, peluh dan keringat masih banyak yang harus terkucurkan, aku siap! lebih dari orang lain. KARENA AKU ADALAH NAKHODA DARI KEHIDUPANKU SENDIRI.
